Bisnis
Bos Chandra Asri Terus Terang Tentang Organisasi yang Meminta Bonus Hari Raya
Banyak organisasi menghadapi tantangan dengan bonus hari raya, menimbulkan pertanyaan tentang legalitas dan keterlibatan komunitas yang memerlukan eksplorasi lebih lanjut.

Saat kita menavigasi kompleksitas bonus hari raya, atau Tunjangan Hari Raya (THR), sangat penting untuk mengatasi ketidakpastian hukum yang dapat memberatkan bisnis seperti Chandra Asri. Edi Rivai, Direktur Hukum dan Urusan Eksternal kami, telah terbuka tentang tantangan bonus hari raya yang kita hadapi. Ia menunjukkan bahwa permintaan berkelanjutan untuk THR dapat menciptakan gangguan operasional yang signifikan. Gangguan ini tidak hanya menghambat operasi pabrik kami tetapi juga mengganggu sektor industri yang lebih luas, yang tidak dapat kita biarkan terjadi.
Kami mengerti bahwa permintaan THR sering datang dari organisasi yang mungkin tidak sepenuhnya memahami dampak tuntutan mereka terhadap bisnis. Rivai menekankan kebutuhan akan kejelasan hukum untuk melindungi kami dari apa yang bisa terasa seperti pemerasan. Ini bukan hanya tentang kepatuhan; ini tentang menciptakan lingkungan yang berkelanjutan untuk semua pemangku kepentingan yang terlibat. Kami percaya bahwa bisnis seperti kami tidak seharusnya dipaksa untuk membuat kontribusi keuangan, terutama ketika keinginan kami untuk mendukung masyarakat lokal harus berasal dari keinginan tulus untuk berkontribusi daripada tekanan.
Lebih lanjut, Rivai mendukung koordinasi yang lebih baik dengan pasukan keamanan untuk mengatasi masalah yang timbul dari permintaan ini. Ketika organisasi mengganggu keamanan dan stabilitas operasional di zona industri, ini menciptakan lingkungan yang tidak kondusif untuk pertumbuhan atau kolaborasi. Hubungan antara bisnis dan organisasi lokal harus dibangun di atas rasa saling menghormati dan pengertian, bukan ancaman kerusuhan.
Saat kita merenungkan tanggung jawab perusahaan, kami mengakui peran kami di masyarakat tempat kami beroperasi. Kami berkomitmen untuk berdampak positif di area ini, tetapi kami percaya ini harus dilakukan secara sukarela. Penting bahwa dukungan kami tidak dilihat sebagai kewajiban paksa, melainkan sebagai kontribusi otentik untuk masyarakat.
Kami ingin membina budaya di mana bisnis dapat terlibat dalam filantropi dan dukungan komunitas tanpa ancaman permintaan paksa untuk THR.